NADIKABAR.COM — Universitas Brawijaya (UB) mengaku kecolongan dengan adanya percobaan bunuh diri mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19), dengan meloncat dari lantai 6. Karena selama ini mitigasi terkait kesehatan mental mahasiswa menjadi fokus utama.

"Kami sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Dan kami merasa kecolongan. Karena telah melakukan langkah-langkah pencegahan terkait kesehatan mental mahasiswa," ujar Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Tri Wahyu, proses asesmen terhadap mahasiswa sejak awal telah dilakukan pihak kampus. Bahkan mereka memiliki kewajiban untuk mengikuti psikotes sebagai upaya mitigasi kondisi kesehatan mental mahasiswa. Hasilnya akan dijadikan dasar kategori mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.

"Ada kewajiban mahasiswa ikut psikotes, hasilnya kita kategorikan, mana yang membutuhkan perhatian atau pendampingan. Masing-masing fakultas juga melakukan hal sama," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Wahyu pun memastikan bahwa korban telah mendapatkan pendampingan dari fakultas pasca-kejadian percobaan bunuh diri itu hingga saat ini.

"Penanganan lanjutan sudah dilakukan pihak fakultas terhadap ananda dan kami menjamin semua biaya pengobatan melalui program bantuan kesehatan dari kampus," tandasnya.

RR tercatat sebagai mahasiswa angkatan tahun 2025 Fakultas Kedokteran UB. Ia sebelumnya diketahui lompat dari lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa pihak kepolisian, diketahui bahwa RR masuk ke dalam gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB. Sekitar pukul 08.50 WIB, seorang staf Fakultas Pertanian berinisial DST (48) yang berada di lantai 1 mendengar suara benda jatuh dari arah luar gedung.

DST kemudian mengecek area parkir kendaraan dan menemukan seorang mahasiswa telah jatuh di lokasi tersebut. Korban juga segera dilarikan ke IGD RSSA Malang agar segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut

Polisi yang telah melakukan olah TKP dan mendalami motif dugaan percobaan bunuh diri ini mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa, korban sempat cekcok dengan pacarnya sebelum nekat lompat dari lantai 6 setinggi hampir 25 meter itu.