NADIKABAR.COM — Uni Emirat Arab menyerukan agar ketegangan mereda di kawasan yang sedang menghadapi perubahan dan perpecahan, serta menekankan bahwa rantai pasokan harus dapat melintasi Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.

Menteri Negara Uni Emirat Arab Khalifa Shaheen Al Marar menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

"Wilayah ini sedang mengalami transformasi dan perpecahan, dan ketegangan harus dikurangi," kata Al Marar.

Seruan itu dilontarkan Al Marar di tengah perang yang berawal dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran lalu membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan sejumlah lokasi di negara-negara kawasan, termasuk Uni Emirat Arab.