Serangan berikutnya oleh AS terhadap Iran serta perselisihan mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz telah memperumit pembicaraan antara AS dan Iran, meskipun keduanya telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni.
"Negara saya tetap berkomitmen pada sikap moderat, menolak kekerasan dan ekstremisme, serta berinvestasi pada masyarakat dan potensi besar kawasan kami. Kami mengulurkan tangan kepada mitra-mitra di kawasan ini dan di seluruh dunia untuk membangun, bukan menghancurkan, serta untuk mempersatukan masyarakat, bukan memecah belah mereka," kata Al Marar.
Sementara itu, Al Marar menambahkan negaranya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Konferensi Air PBB 2026 bersama dengan Senegal, sehingga perlu ada tindakan bersama terkait air, iklim, dan ketahanan pangan.
Dia pun mengundang berbagai negara untuk menghadiri konferensi di Abu Dhabi dan mengatakan Uni Emirat Arab berharap konferensi tersebut dapat mendorong solusi praktis guna memperkuat ketahanan air.
Kemudian, terkait Sudan, Al Marar menyerukan agar perang diakhiri dan mengatakan tidak ada pihak mana pun dalam konflik tersebut yang boleh ikut menentukan masa depan negara itu.