"Jadi rencananya kayaknya begitu (menempuh jalur hukum) lagi nyiapin gitu ya. Tapi sekali lagi pesan terpentingnya itu. Siapapun melakukan kekerasan harus bertanggung jawab," ungkap Arie.

"Dan saya berharap kepolisian melindungi dan jangan sampai ada kekerasan berulang, itu aja. Ini teman-teman akan mempertimbangkan untuk proses supaya mengadvokasi ini dengan beberapa pihak," lanjutnya.

Arie juga mendorong kampus-kampus untuk melakukan upaya serupa sebagai upaya melindungi hak aspirasi mahasiswanya.

"Saya juga berharap pimpinan kampus itu untuk berkonsolidasi agar para mahasiswa sebagai bagian dari elemen intelektual yang menyampaikan aspirasi itu terus dilindungi," papar Arie.

"Bagaimanapun juga mahasiswa adalah kelompok intelektual, aktivis yang punya idealisme, punya kepekaan untuk merespon situasi. Karena itu saya berharap juga para pimpinan universitas untuk bersama-sama melindungi para mahasiswa ini," pungkasnya.

Enam mahasiswa dilaporkan terluka akibat pembubaran paksa aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, oleh kelompok yang mengaku sebagai warga.