Menurut dia, forum yang dibagi ke dalam tim tersebut nantinya akan ditutup dengan simulasi bisnis, bagaimana pangan-pangan lokal dijual, dan tantangan siapa yang bisa menjual paling banyak dengan biaya efisien itu yang paling unggul inovasi dan kreativitas.

"Dan harapannya setelah kembali ke daerah masing-masing mereka punya inovasi, punya kreativitas, punya pertukaran pengalaman. Dan pertukaran masalah, serta bagaimana solusinya, kira-kira itu harapannya," katanya.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Eni Harmayani menekankan para pemuda untuk bisa mengubah dari yang selama ini menjadi konsumen menjadi pencipta peningkatan nilai dari pangan lokal.

"Jadi dari konsumen menjadi pencipta peningkatan nilai tambah untuk pangan lokal. Kemudian juga bisa sebagai 'community builder' untuk mengintegrasikan pangan lokal ini menjadi kebangkitan pangan nasional," katanya.