"Setelah perkuliahan dan kompetisi selesai, perjalanan inovasi seharusnya tetap berlanjut. Salemba Ventures kami hadirkan agar tim memiliki ruang untuk memperkuat validasi pasar, mengembangkan produk, dan bertemu dengan dukungan yang sesuai. Tujuannya sederhana: agar karya tidak berhenti sebagai tugas, dan startup tidak berjalan sendirian," jelasnya.
Dalam pengembangannya, Salemba Ventures menjajaki kolaborasi dengan DIRBT UI untuk mendukung pengelolaan kekayaan intelektual dan komersialisasi, serta dengan Garuda Spark Innovation Hub guna memperluas akses terhadap pendampingan, industri, pasar, dan jejaring pendanaan.
Hubungan tersebut masih berupa penjajakan dan akan ditindaklanjuti melalui kesepakatan masing-masing pihak. Salemba Ventures merupakan komunitas independen, bukan perusahaan modal ventura maupun unit struktural UI atau Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Kami berterima kasih kepada seluruh narasumber, juri, mitra, dan peserta yang telah hadir. Kami berharap IDLS 2026 menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut setelah acara ini selesai," ujar Ketua Panitia IDLS 2026, Khusniyati.
Konferensi Utama: Dari Uji Coba AI menuju Dampak Organisasi
Rangkaian utama IDLS pada Minggu (18/10) dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Prof. Dr.Eng. Wisnu Jatmiko.
Sesi Executive Plenary, bertajuk 'Digital Transformation: Beyond the AI Pilot', akan menghadirkan Country Lead Google for Education Indonesia Olivia Basrin, CEO & President Director Gtech Michel Hamilton, Mapclub & Speedwork Indonesia, serta Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PAN-RB Cahyono Tri Birowo. Diskusi dipandu oleh Direktur Transformasi Digital Universitas Indonesia Dr. Rifki Shihab.
Sesi ini diarahkan untuk menggali keputusan kepemimpinan yang diperlukan agar inisiatif digital dan AI dapat berkembang melampaui proyek percontohan.
Pembahasan meliputi kesiapan data, pemilihan kasus penggunaan, perubahan proses kerja, pengembangan kompetensi, serta pengukuran manfaat bagi bisnis dan pelayanan publik.
Mempertemukan Hukum, Kebijakan, dan Teknologi dalam Tata Kelola AI
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Towards Indonesian AI Regulations & Governance' menghadirkan lima perspektif, yaitu hukum, kebijakan AI, teknologi, keamanan siber, serta perencanaan pembangunan dan tata kelola data.
Berdasarkan daftar final, forum ini dijadwalkan menghadirkan Dr. Mohammad Novrizal, S.H. dari Fakultas Hukum UI; Irma Handayani dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI; Dr. Adila Alfa Krisnadhi dari Fasilkom UI; Dr. Edit Prima dari Badan Siber dan Sandi Negara; serta Dr. Dini Maghfirra dari Kementerian PPN/Bappenas. Dr. Panca Hadi Putra, Kepala Center for Legal Informatics (Lexin), Fasilkom UI, bertindak sebagai moderator.
Berdasarkan daftar final, forum ini dijadwalkan menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang, yakni dosen Fakultas Hukum UI Dr. Mohammad Novrizal, Kementerian Komunikasi dan Digital RI Irma Handayani, dosen dan peneliti Fakultas Ilmu Komputer UI Dr. Adila Alfa Krisnadhi, Badan Siber dan Sandi Negara Dr. Edit Prima, serta Kementerian PPN/Bappenas Dr. Dini Maghfirra.
Diskusi akan dimoderatori oleh Kepala Center for Legal Informatics (Lexin) Fasilkom UI Dr. Panca Hadi Putra.
Diskusi akan membahas proses legislasi dan perancangan peraturan terkait AI, pembagian tanggung jawab, pengujian keandalan sistem, keamanan siber, serta kesiapan data untuk pelayanan publik.