Hasil pembahasan akan dirangkum sebagai bahan rekomendasi awal, dengan tetap membedakan pandangan narasumber dari keputusan atau komitmen resmi institusinya.

Diseminasi Sepuluh Penelitian dan Pembelajaran dari Industri

Selain forum utama, IDLS menyediakan Industry Masterclass, IT Case Research Colloquium, serta Alumni Talks & Gathering.

IT Case Research Colloquium telah memilih sepuluh karya penelitian mahasiswa untuk dipresentasikan dalam dua kelompok sesi.

Kolokium A di Ruang A2.53 dipandu oleh Dr. Yekti Wirani dan Made Harta Dwijaksara, sedangkan Kolokium B di Ruang A2.54 dipandu oleh Ni Wayan Trisnawaty.

Topik penelitian mencakup tata kelola TI, perlindungan data pribadi, risiko AI dan keamanan siber, pengelolaan proyek, kualitas perangkat lunak, serta pemanfaatan AI dalam organisasi.

Forum ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh umpan balik akademik dan profesional. Naskah terpilih juga akan dikembangkan untuk penerbitan sebagai bagian dari buku suntingan ber-ISBN melalui UI Publishing.

Sementara itu, Industry Masterclass dijadwalkan menghadirkan Head Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia Ananda Budi Prasetya.

Alumni Talks & Gathering mempertemukan peserta dengan Ketua Ikatan Alumni Fasilkom UI Ahmad Firdaus, Muhammad Nasri dari NTT DATA, serta Dharma Siregar dari PTPN III. Muhammad Nasri dan Dharma Siregar merupakan alumni Program Studi MTI UI. Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman industri, pengembangan karier, dan jejaring profesional.

Pengembangan Talenta sebagai Agenda Bersama

Sesi Digital Talent Forum yang bertajuk 'The Future of Digital Talent & Capabilities' menghadirkan Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Dr. Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Indah Iramadhini, serta Dean of IT Academy, Corporate University BRI Noviana Pramitasari.

Dipandu oleh Direktur Pusilkom Universitas Indonesia Dr. Betty Purwandari. Forum ini akan membahas kebutuhan kompetensi pada era AI, peningkatan dan pembaruan keterampilan, serta keterhubungan pembelajaran dengan kebutuhan organisasi.

Rangkaian penutupan juga mencakup apresiasi terhadap karya dan prestasi mahasiswa. Melalui keterhubungan antara hackathon, penelitian, pembelajaran industri, dan pengembangan talenta, IDLS diarahkan menjadi forum yang tidak hanya mempertemukan peserta, tetapi juga membuka peluang tindak lanjut setelah kegiatan berakhir.

"Kami berterima kasih kepada seluruh narasumber, juri, mitra, dan peserta yang telah hadir. Kami berharap IDLS 2026 menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut setelah acara ini selesai" tutup Khusniyati.

Sebagai informasi, IDLS 2026 terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari profesional, pimpinan organisasi, akademisi, alumni, mahasiswa, dan masyarakat yang tertarik pada AI serta transformasi digital.