NADIKABAR.COM — United in Diversity (UID) Bali Campus bersama Tsinghua Southeast Asia Center mengembangkan konsep penataan kota berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mengintegrasikan teknologi, pemikiran sistem, dan nilai-nilai lokal Tri Hita Karana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya mengatakan konsep tersebut diwujudkan melalui program Happy Digital X yang menggabungkan AI dengan penataan kota, design thinking, dan systems thinking untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih membahagiakan bagi warganya.
"Yang lebih penting adalah semua itu digabungkan supaya kita bisa menciptakan kota-kota yang lebih membahagiakan untuk warganya," kata Tantowi dalam China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali, Denpasar, Bali, Minggu.
Menurut Tantowi, pengembangan kota berbasis teknologi perlu mempertimbangkan nilai-nilai yang hidup di masyarakat, termasuk Tri Hita Karana di Bali.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan teknologi, tetapi juga pada nilai-nilai yang mendukung kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pembangunan yang mengintegrasikan aspek manusia, teknologi, dan nilai-nilai lokal dalam praktiknya.
Kolaborasi UID dengan Tsinghua University juga diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah dan pelayanan publik, bukan sekadar pengembangan teknologi.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi itu diharapkan dapat mendukung pembangunan kota yang tidak hanya hijau, tetapi juga mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Shobi juga menyinggung penerapan inovasi yang dikembangkan bersama Tsinghua dalam upaya menekan angka stunting di Sumedang, Jawa Barat.
Shobi menyebut penurunan stunting mencapai 50 persen dari tahun ke tahun.
Selain pengembangan kota berbasis AI, Shobi mengatakan UID dan Tsinghua Southeast Asia Center turut mendorong pengembangan talenta digital di Bali melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Ia menyebut UID telah ditunjuk sebagai salah satu Garuda Spark Hub Innovation Hub yang menjadi titik penghubung bagi berbagai inisiatif dan aktivitas komunitas untuk memperluas akses talenta Bali terhadap pendidikan AI dan teknologi lainnya.
Menurut Shobi, pengembangan AI tidak cukup hanya mengandalkan investasi pada mesin dan infrastruktur fisik. Transfer pengetahuan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas teknologi di Indonesia.
Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi dan pelaku industri di China diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, pengalaman, dan paparan terhadap perkembangan teknologi mutakhir.