Ia menegaskan zakat memiliki potensi strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

“Kami berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperluas kesempatan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Rektor Asep berharap sinergi antara perguruan tinggi dan Baznas dapat terus dikembangkan melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, potensi akademik dan keilmuan perguruan tinggi dapat mendukung pengembangan program zakat yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas.