Serangan siber ini terjadi ketika gencatan senjata terpanjang dalam perang antara kedua negara, di wilayah Kherson, bagian timur Ukraina, berakhir pada Minggu (01/11). Sebelumnya, Rusia menolak tawaran perpanjangan gencatan senjata dari pihak Ukraina.

Pihak Rusia tidak langsung menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sementara itu, Pusat Komunikasi Strategis Ukraina (SPRAVDI) menuduh Rusia berada di balik peretasan yang dialami Ukraina.

Komisaris Parlemen Ukraina untuk Hak Asasi Manusia, Dmytro Lubinets mengatakan, "Gencatan senjata yang berlaku dari 27 Oktober hingga 1 November telah berakhir."

Ia juga menyebut bahwa gencatan senjata sementara yang telah berakhir tersebut adalah langkah penting dalam penanggulangan kemanusiaan bersama antara Ukraina dan Rusia.