NADIKABAR.COM — Pimpinan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kabupaten Lombok Barat TGH Azhar Rasyidi mengajak masyarakat menghindari prasangka terhadap pesantren di tengah berkembangnya isu negatif yang berpotensi merusak citra pesantren.

Ia menegaskan persoalan yang terjadi di sejumlah pesantren tidak dapat menjadi alasan untuk memberikan stigma kepada seluruh lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

"Memang saat ini kalangan pesantren secara umum sedang mendapatkan ujian yang besar. Walaupun tidak semua pesantren mengalami persoalan yang sama, kami berharap masyarakat tidak memberikan stigma bahwa semua pesantren itu sama," kata Tuan Guru Haji (TGH) Azhar Rasyidi terkait refleksi Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat persoalan secara proporsional. Kesalahan individu harus ditangani sesuai konteksnya tanpa mengabaikan peran pesantren dalam pendidikan, pembinaan akhlak, dan penanaman nilai agama.

Azhar menilai pondok pesantren perlu memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar publik memahami aktivitas pendidikan dan kehidupan santri secara utuh.

Lembaga pendidikan tidak cukup memberikan penjelasan ketika menghadapi isu negatif. Pondok pesantren juga perlu membuka ruang interaksi agar masyarakat dapat melihat langsung proses pendidikan yang berlangsung.

"Mari mendekati pesantren dengan hati, bukan dengan pikiran suuzon. Silakan masyarakat datang dan melihat sendiri apa yang ada di pesantren, sehingga bisa mengetahui bagaimana pendidikan dan kehidupan santri yang sesungguhnya," ujarnya.

Sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat, Ponpes Nurul Hikmah Langko menggelar Kemah Dakwah untuk menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari sejumlah sekolah di luar lingkungan pesantren.

Azhar berharap kegiatan itu memperkuat interaksi antarpelajar sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai pendidikan dan kehidupan santri.

Ia menegaskan keterbukaan dan komunikasi berkelanjutan menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren.

"Kami terus mendorong agar ada penguatan peran lembaga pondok pesantren dalam membentuk generasi berakhlak dan siap hidup bermasyarakat," ucapnya.