Aksi sosial dan kemanusiaan berbasis adat budaya ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Adat Ciptamulya, Abah Hendrik, yang didampingi Jaro Iwan Sirnaresmi. Menurut Abah Hendrik, IPFP hadir bukan semata membawa bantuan fisik, melainkan menjadi jembatan persaudaraan dua entitas budaya.
"Kami masyarakat Ciptamulya sangat menyambut baik dan mendukung hadirnya Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT-Pasundan. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita membangun persaudaraan. Ketika saudara dari NTT datang dan peduli kepada masyarakat kami di Ciptamulya, tentu kami juga merasa memiliki saudara baru," ujar Abah Hendrik.
Abah Hendrik berharap jalinan silaturahmi ini terus berlanjut lewat berbagai program sosial, budaya, keagamaan, maupun kemasyarakatan. Ia bahkan membuka pintu kolaborasi tim redaksi IPFP dengan Paguyuban Prabu yang menaungi 14 Kasepuhan adat.
"Kami juga berharap ke depan IPFP bisa berkolaborasi dengan Paguyuban Prabu yang menaungi 14 Kesepuhan. Saya kira ini akan menjadi sesuatu yang baik. Kita satukan silaturahmi, budaya, dan kegiatan sosial. Tidak perlu melihat dari mana kita berasal, karena ketika sudah hidup berdampingan di sini, kita semua adalah saudara," tuturnya.Ia menegaskan, kekuatan masyarakat bertumpu pada sikap saling menghormati dan tolong-menolong di tengah keberagaman.
"Mudah-mudahan IPFP semakin besar, semakin bermanfaat, dan semakin dekat dengan masyarakat. Kami dari Ciptamulya siap membuka pintu silaturahmi dan membangun kolaborasi bersama," pungkas Abah Hendrik.