Ia menjelaskan, Umar merupakan tokoh masyarakat Suku Bajo yang berperan dalam mendorong kesadaran warga untuk menjaga hutan mangrove di Torosiaje.
Menurut Meisa, masyarakat setempat sebelumnya memanfaatkan mangrove sebagai bahan penopang rumah dan kayu bakar. Namun, seiring tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan, Umar mendorong upaya penanaman kembali dan perlindungan mangrove.
Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui kelompok sadar lingkungan Padakauang, agar kegiatan konservasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan memperoleh dukungan berbagai pihak.
Meisa mengatakan keberadaan mangrove tidak hanya penting untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga membantu mengurangi risiko abrasi dan menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di kawasan tersebut.
Umar mengatakan penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus melanjutkan upaya konservasi bersama masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatannya.