"Setelah mengikuti pesantren ini kita berharap Ananda menjadi pribadi yang berbeda, Ananda semakin disiplin, semakin bertanggung jawab dan insyaallah ananda lebih dekat dengan Allah Swt," tegasnya.

Wakil Rektor IV Muhammad Ishaq Samad mengatakan tahun akademik 2026-2027, ada sekitar 12 mahasiswa asing alias dari negara luar kuliah di UMI. Ia menyebut mereka punya hak yang sama dengan mahasiswa Indonesia.

"Iya karena ini memang menjadi bagian dari upaya penyambutan maba Kemudian nanti ada pencerahan qalbu itu sudah masuk dalam kurikulum dan diberi bobot 6 SKS," katanya.

"Jadi semua mahasiswa UMI itu akan mengikuti, tidak bisa sarjana kalau tidak ikut termasuk mahasiswa asing," lanjutnya.

Bahkan, kata dia, ada salah satu mahasiswa asal Palestina yang kuliah di UMI ikut Pesantren Kilat hingga satu bulan. Hal yang sama juga akan diterapkan kepada mahasiswa kali ini.

"Jadi yang lalu itu ada angkatan mahasiswa kedokteran dari Palestina perempuan, dia ikut dan mendok selama satu bulan. Begitu juga dengan mahasiswa asing yang lain yang ada di sejumlah fakultas," ujarnya.

Dirinya menyebut tahun akademik 2026-2027, UMI ada peningkatan mahasiswa asing. Saat ini yang nantinya ikut Pesantren Kilat sebanyak 12 mahasiswa dengan negara berbeda.

"Untuk tahun ini ada peningkatan ada 12 orang terutama itu dari Sudan ini sangat banyak dari mereka, termasuk dari Timur Leste, ada dari Nigeria," jelasnya.

Sedangkan untuk ikut pada angkatan pertama hari ini, ia mengatakan hanya satu orang. Kemudian sisanya akan dijadwalkan dari pihak kampus.

"Yang tadi ini hadir mahasiswa asing dari 1 orang dari Sudan," pungkasnya.