Ia menjelaskan, pendekatan berbasis data dinilai penting untuk memahami persoalan TB secara lebih menyeluruh. Kajian tersebut dapat menjadi dasar bagi intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Plt. Kepala LLDIKTI IX Prof dr Budu menyampaikan bahwa Konsorsium Berantas TB nantinya akan bersinergi dengan tiga kementerian. Ketiganya adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

β€œIndonesia saat ini berada di peringkat kedua kasus TB dunia. Melalui kolaborasi perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI IX, kita membentuk gerakan berskala nasional,” katanya.