NADIKABAR.COM — Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Kalimantan Tengah, memperkuat jejaring akademik internasional melalui kerja sama dengan Davao Central College, Filipina, untuk mengembangkan kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kerja sama ini dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) tersebut dilaksanakan di Davao, Filipina kemarin," kata Dekan FBIT UMPR Dr Ade S Permadi MPd saat dikondirmasi dari Palangka Raya, Jumat.
Dia menerangkan, penandatanganan MoU dilakukan pada tingkat universitas, MoA pada tingkat Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (FBIT) UMPR, serta IA pada tingkat Program Studi S1 Pendidikan Biologi FBIT UMPR. Kerja sama tersebut melibatkan School President Davao Central College Dr Ruben L Dela Cruz dan unsur pimpinan serta akademisi UMPR, termasuk Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi Dr Fathul Zannah, M.Pd.
Ade mengatakan kerja sama internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.
"Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen kelembagaan, tetapi awal dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi," ujarnya.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik.
Menurut Ade, Indonesia dan Filipina juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang biodiversitas, konservasi, lingkungan, dan keberlanjutan. Kesamaan potensi tersebut dapat menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan penelitian bersama serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi FBIT UMPR Dr Fathul Zannah MPd mengatakan penandatanganan IA menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan kerja sama kelembagaan ke dalam kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa secara langsung.
"Implementation Agreement ini menjadi langkah konkret bagi Program Studi Pendidikan Biologi untuk membangun kolaborasi internasional yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen," katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran bersama, penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademik yang mengangkat isu biodiversitas dan keberlanjutan.
Indonesia dan Filipina yang berada di kawasan Asia Tenggara memiliki kekayaan biodiversitas serta beragam persoalan lingkungan yang dapat menjadi ruang pembelajaran dan penelitian bersama. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus mendorong pengembangan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, UMPR dan Davao Central College diharapkan dapat merealisasikan berbagai program lanjutan, antara lain pertukaran akademik, penelitian bersama, kegiatan mahasiswa, pembelajaran kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Penandatanganan MoU, MoA, dan IA ini menjadi bagian dari upaya UMPR memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian melalui kemitraan internasional yang berkelanjutan," kata Fathul.