NADIKABAR.COM — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat jejaring riset internasional melalui implementasi kegiatan nyata bersama mitra luar negeri sehingga berdampak signifikan pada peningkatan skor International Research Network (IRN) UMY pada QS World University Rankings: Asia 2027, yang melonjak dari 29,0 pada edisi sebelumnya menjadi 50,1.

Wakil Rektor UMY Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital Prof Slamet Riyadi di Yogyakarta, Kamis, menegaskan pentingnya menindaklanjuti dokumen administratif seperti memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of agreement (MoA) dengan aksi akademis yang terukur dan berkelanjutan.

​"Semua MoU yang kami tandatangani bukan sekadar dokumen formalitas. Kami memastikan seluruh kerja sama memiliki skema kegiatan konkret, dilengkapi MoA dan aktivitasnya berjalan secara nyata," ujar Slamet

Ia mengatakan indikator IRN mengukur kekuatan serta keberagaman jejaring kolaborasi riset internasional suatu perguruan tinggi, dengan bobot 10 persen dalam metodologi penilaian QS Asia.