"Dengan skor IRN 50,1, indikator ini menyumbangkan sekitar 5,01 poin atau setara 12,9 persen dari total skor keseluruhan UMY yang mencapai 39,0 pada pemeringkatan tahun ini," katanya.
Slamet menambahkan reputasi akademis internasional dibangun secara bertahap melalui konsistensi interaksi riset.
Ke depan, UMY berencana untuk memperluas sebaran kemitraan riset agar tidak berfokus pada wilayah tertentu saja, sekaligus mengoptimalkan kehadiran akademisi internasional untuk menghasilkan karya ilmiah berdampak tinggi.
"Peningkatan peringkat internasional ini diharapkan dapat memacu visibilitas UMY di tingkat global, membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas, serta memperkuat kontribusi keilmuan para dosen dan peneliti UMY pada forum internasional," katanya.