NADIKABAR.COM — Universitas Airlangga (Unair) menjajaki peluang kolaborasi riset dan transfer teknologi vaksin lintas negara dalam dalam Vaccine World Asia Congress-Southeast Asia and Biologics World Southeast Asia 2026, guna memperkuat kesiapsiagaan Indonesia menghadapi ancaman epidemi dan pandemi.
Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair sekaligus epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Laura Navika Yamani di Jakarta, Jumat, mengatakan kerja sama regional penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas riset, serta mengurangi ketergantungan pada penguasaan teknologi oleh pihak tertentu.
“Di sini kami mendapatkan perspektif, pengalaman, dan kemampuan dari masing-masing pihak sehingga bisa ditemukan peluang kerja sama serta transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian tidak terjadi monopoli dan ke depan bisa terbangun sinergi serta kolaborasi untuk menghadapi kemungkinan epidemi atau pandemi,” ujar Laura.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan antarlembaga. Setiap pihak perlu memahami persoalan, kapasitas, dan kebutuhan mitra agar kerja sama yang terbentuk dapat menjawab tantangan nyata dalam pengembangan vaksin.