Tim tersebut melibatkan PPDS, satu dokter senior spesialis anestesi dan orthopedi, serta seorang PPDS yang merupakan putra daerah setempat. Tim juga mendapat dukungan dari perawat anestesi dan orthopedi.
Menurut Teddy, tim akan mengakses kebutuhan riil di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD dan tim kesehatan setempat. Rencana awal, tim akan menuju rumah sakit umum yang saat ini membutuhkan perhatian.
"Kami juga membawa perlengkapan operasi, anestesi, dan berbagai kebutuhan pendukung sehingga dapat bekerja secara mandiri selama berada di lokasi. Prioritas kami adalah korban-korban yang membutuhkan penanganan segera. Jumlah dokter bedah dan anestesi di sana tidak banyak. Sehingga, kami berharap bisa membantu fase akut dari trauma ini," jelas dr Teddy.
Unair juga berkoordinasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) untuk memperkuat jejaring penanganan medis di wilayah terdampak.