Ia menyatakan kualitas kopi sangat ditentukan oleh perlakuan sejak buah dipetik.
Oleh karena itu, penerapan petik merah dan sortasi yang tepat menjadi langkah awal untuk menentukan harga dan daya saing kopi petani di pasar domestik maupun ekspor.
Ia menyampaikan tim pengabdian juga berupaya merancang mesin pertanian kopi yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Perancangan teknologi tersebut tidak hanya mengutamakan kecanggihan sensor dan perangkat elektronik, tetapi juga kemudahan pengoperasian agar dapat dimanfaatkan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat.
Selanjutnya, ia menilai transformasi kopi lokal, khususnya di Nagari Panti Selatan masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang perlu diselesaikan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.
"Pekerjaan ini bukan sesuatu yang mudah. Segelintir masalah hari ini tidak bisa langsung selesai esok hari, tapi setidaknya kita mulai mencicilnya. Kalau kita mau berusaha, pasti bisa," kata dia.