Ia menegaskan tim pengabdian berkomitmen mendampingi masyarakat Nagari Panti Selatan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan menyediakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani setempat.
Sementara pemateri dari tim pengabdian Yulinda, PhD menegaskan pentingnya perhitungan biaya usaha tani agar petani dapat mengetahui keuntungan yang sebenarnya dan mengambil keputusan usaha secara tepat.
Menurut dia, pencatatan dan analisis biaya yang baik diperlukan agar petani dapat mengelola usaha secara terukur serta memperoleh hasil yang layak dari kegiatan pertanian.
Melalui pelatihan tersebut, tim pengabdian LPPM Unand berharap petani kopi di Nagari Panti Selatan dapat menerapkan praktik pascapanen yang baik, menghasilkan kopi bermutu ekspor, serta meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah nagari juga diharapkan terus berlanjut untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Sumatera Barat.
Pelatihan tersebut diketuai Dr Nofialdi dan dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ferdinal Asmin, wali nagari Panti Selatan, wali nagari Panti Timur, masyarakat petani kopi serta tim pengabdian desa binaan LPPM Unand.