NADIKABAR.COM β€” Universitas Nusa Cendana (Undana) menjajaki peluang beasiswa studi lanjut jenjang magister dan doktoral, program gelar ganda (double degree), serta percepatan studi (fast-track) saat bertemu dengan delegasi New Zealand Scholarships di Kupang.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Annytha I.R. Detha di Kupang, Jumat mengatakan perguruan tinggi tersebut membutuhkan mitra internasional untuk memperkuat kualitas akademik, riset, dan kualifikasi sumber daya manusia, terutama pada bidang yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT).

β€œSaat ini kami sedang mendorong dan mencari mitra-mitra yang bisa bekerja sama untuk program akademik strategis, termasuk skema double degree dan fast-track,” kata Annytha dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor Undana.

Pertemuan tersebut dihadiri Scholarship Specialist New Zealand Scholarships, Ceri Bryant, dan National Evaluation Specialist, Indra Gunawan. Annytha menerima delegasi bersama Subkoordinator Kerja Sama Undana, Happy Y. Haning.

Dalam pertemuan itu, Undana mengusulkan sejumlah bidang prioritas untuk pengembangan studi lanjut dan riset internasional, meliputi pertanian, peternakan, ilmu lingkungan, serta energi terbarukan, khususnya panas bumi (geothermal) di Pulau Flores.

Penguatan bidang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen dan lulusan dalam mengembangkan riset serta menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi bagi persoalan pembangunan daerah.

Annytha juga menyampaikan pengalaman alumni yang pernah menempuh pendidikan di Selandia Baru dan berkontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi publik untuk meredakan konflik budaya lokal serta memperkaya kurikulum ilmu sosial dan humaniora di Undana.

Menanggapi usulan tersebut, National Evaluation Specialist, Indra Gunawan mengatakan masukan dari Undana akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan beasiswa dan penjajakan hubungan dengan perguruan tinggi di Selandia Baru.

β€œMasukan dan kebutuhan dari Undana sudah kami catat secara mendalam sebagai bahan evaluasi. Seluruh poin ini akan disampaikan ke Kedutaan Besar Selandia Baru dan Education New Zealand agar dapat dihubungkan secara spesifik melalui program University Connect dengan universitas yang relevan di Selandia Baru,” kata Indra.

Selain peluang beasiswa, kedua pihak membahas kendala kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, terutama pemenuhan persyaratan skor IELTS atau TOEFL yang menjadi salah satu ketentuan seleksi beasiswa internasional.

Undana telah menjalankan kursus bahasa Inggris intensif di lingkungan kampus serta memperkuat pendampingan mahasiswa untuk meningkatkan kesiapan mereka mengikuti seleksi studi lanjut di luar negeri.

Sebagai tindak lanjut awal, kedua pihak berencana memperluas sosialisasi New Zealand Scholarships di lingkungan Undana serta menjajaki pelaksanaan konferensi daring dan program dosen tamu (guest lecture) bersama akademisi dari Selandia Baru.

Penjajakan tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi dosen dan mahasiswa Undana terhadap jejaring akademik internasional, sekaligus memperkuat kerja sama pendidikan dan riset yang mendukung kebutuhan pembangunan NTT.