Ia mengatakan kedua perguruan tinggi memiliki kesamaan visi dalam pengelolaan sumber daya alam dan dukungan terhadap pembangunan industri daerah, meskipun berada di negara dan lingkungan geografis yang berbeda.
Menurut Pei, peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui pelatihan dosen bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, serta penyelarasan standar pembelajaran untuk mendukung pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap kunjungan dan pertemuan ini menjadi titik awal untuk meningkatkan kepercayaan serta memperluas kerja sama dalam pelatihan dosen bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa dua arah, pengembangan serta berbagi kurikulum, hingga pengakuan dan penyelarasan standar pembelajaran,” katanya dalam keterangan yang diterima
Kedua perguruan tinggi juga menjajaki pemanfaatan konsorsium pendidikan vokasi internasional sebagai wadah pengembangan transfer teknologi dan pengetahuan, khususnya dalam pengolahan pangan, produksi pertanian lahan kering, serta pembibitan ternak.