NADIKABAR.COM — Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Pemerintah Provinsi Jiangxi, China, menjajaki perluasan program pembelajaran bahasa Mandarin agar tidak hanya menjangkau mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Rudi Rohi di Kupang, Senin mengatakan keberlanjutan program Kelas Bahasa Mandarin menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi tersebut.
"Kami berharap kunjungan ini semakin memperkokoh hubungan kerja sama yang telah terjalin harmonis antara Undana dan Pemerintah Provinsi Jiangxi, khususnya dalam mengakselerasi pengembangan pendidikan, literasi bahasa, serta pertukaran budaya," kata Rudi.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi Jiangxi Science and Technology Normal University (JXSTNU) dan Pemerintah Provinsi Jiangxi dengan pimpinan Undana di Ruang Rapat Rektor Undana.
Menurut dia, kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan kapasitas akademik, pertukaran budaya, serta peningkatan kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terbuka secara global.
Delegasi Jiangxi dipimpin Vice President Jiangxi Provincial People's Association for Friendship with Foreign Countries, Tu Anbo atau Tomy, mengapresiasi pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin di Undana dan menyatakan komitmen untuk membahas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jiangxi.
"Kami melihat potensi yang sangat besar di Undana. Kerja sama ini tidak hanya sebatas pengajaran bahasa, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan kolaborasi pendidikan yang lebih luas antara Provinsi Jiangxi dan Indonesia," ujarnya.
Tu Anbo juga mengusulkan agar akses pembelajaran bahasa Mandarin diperluas kepada masyarakat umum di NTT sehingga manfaat kerja sama pendidikan tersebut dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh sivitas akademika Undana.
Kepala International Relations Office (IRO) Undana, Santri E.P. Djahimo, menjelaskan program Kelas Bahasa Mandarin telah dirintis sejak 2024 dan mulai beroperasi secara aktif pada 2025 dengan menghadirkan tenaga pengajar penutur asli dari China.
Saat ini, Undana sedang memfasilitasi penyelesaian administrasi dan visa tenaga pengajar guna memastikan keberlanjutan kegiatan pembelajaran tersebut.
Santri mengatakan program tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan Undana, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi lintas bahasa yang dibutuhkan di dunia kerja.
Selain pembelajaran bahasa, kerja sama itu juga membuka kesempatan bagi dosen Undana untuk mengikuti kunjungan akademik ke China sebagai bagian dari pengembangan jejaring dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Ke depan, sesuai visi pimpinan, kami berkomitmen memperluas cakupan program ini agar manfaatnya dapat diakses oleh masyarakat umum di NTT," kata Santri.