"Debat penegakan hukum pemilu keenam ini adalah merupakan satu ruang akademik, ruang ide, ruang untuk menyampaikan gagasan," kata Puadi.
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Tahun 2026 menetapkan Universitas Diponegoro sebagai juara pertama, disusul Universitas Indonesia sebagai juara kedua dan Universitas Andalas sebagai juara ketiga.
Universitas Diponegoro meraih skor enam pada babak grand final, sedangkan Universitas Indonesia memperoleh skor tiga. Selisih skor tersebut menjadi dasar penetapan juara pertama dan kedua oleh dewan juri.
Sementara itu, Universitas Andalas meraih juara ketiga dengan selisih satu poin dari Universitas Brawijaya.
Selain penghargaan bagi tiga juara utama, panitia juga memberikan penghargaan Best Speaker kepada Fikri Fauzan Rahman dari Universitas Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kualitas argumentasi dan performa peserta hingga babak 16 besar dan tidak memengaruhi hasil pertandingan pada tahapan berikutnya.