NADIKABAR.COM — Universitas Dian Nusantara (Undira) secara resmi mengukuhkan sebanyak 1.529 mahasiswa baru Program Sarjana (S1) melalui rangkaian acara Pembukaan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026-2027 di Kampus Kranggan dan Kampus Tanjung Duren, Sabtu (19/9).
Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 01/026/A-SKep/IX/2026 dan menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik mahasiswa Undira.
Rektor Undira Prof. Dr. H. Suharyadi, M.S, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menekankan bahwa mahasiswa tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian ilai akademik dan indeks prestasi kumulatif (IPK).
Menurut dia, mahasiswa juga perlu memiliki kepedulian dan berkontribusi kepada masyarakat melalui inovasi dan kegiatan kemahasiswaan.
"Undira berkomitmen untuk selalu menjadi kompas dalam memberikan pengalaman belajar.dan berilmu terbaik. Kami juga berharap bahwa ke depannya rekan-rekan sekalian tidak hanya.menjadi pribadi yang bersahaja untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengayomi bangsa.dan negara melalui pemberian sudut pandang keilmuan yang relevan dan berdampak," ujarnya.
Menjelang usia ketujuh tahun, lanjut Suharyadi, Undira telah mencetak berbagai prestasi dan meraih tiga program studi berakreditasi unggul.
Ke depan, Undira juga berencana untuk membuka empat program studi baru, dua program sarjana, yakni Teknik Industri dan Sistem Informasi, sekaligus dua program magister, Ilmu Komunikasi dan Manajemen.
"Saya berharap kalian semua dapat lulus tepat waktu, mampu mengejar mimpi dan aspirasi serta menjadi lulusan yang adaptif dan bijaksana," kata dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dian Asra Sagoro menyoroti tantangan mahasiswa di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Dia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kecerdasan buatan sebagai pengganti proses berpikir dan pembelajaran. Perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa memperoleh dan menyerap informasi.
"Ketergantungan berlebih terhadap AI dapat membuat mahasiswa kehilangan proses berpikir kritis. Dalam berkarier, IPK saat ini hanya menempati porsi yang relatif kecil dibandingkan dengan era orang tua kita dahulu," ujarnya.
Pertanyaan saat ini bukan lagi mengacu pada apa yang ingin kita menjadi apa kelak, melainkan pada apa yang ingin kita ciptakan, kata Sagoro.
Melalui ketersediaan pembelajaran dengan Google Education sekaligus Google Workspace, Undira senantiasa berkomitmen untuk membangun rekam jejak edukasi terbaik bagi mahasiswa.
Namun, pemanfaatan teknologi itu harus tetap disertai kemampuan menguji informasi, melakukan eksperimen, berdiskusi serta mengembangkan pola berpikir kritis.
"Di sini, kalian juga dididik untuk tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga menguji dan bereksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga ke depannya kalian.dapat mempertanggungjawabkan hal yang telah dipelajari. Marilah kita tetap berdiskusi dan mengokohkan jiwa integritas dan profesionalisme. Selamat menimba ilmu, selamat sukses," ucapnya.