NADIKABAR.COM — Jumlah jurnalis yang gugur di seluruh dunia meningkat 20 persen pada periode 2024-2025 menjadi 189 orang dan mayoritas gugur dalam konflik bersenjata, termasuk akibat serangan pesawat nirawak (drone), menurut laporan terbaru UNESCO, Senin.

"Dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2025, UNESCO mencatat 189 jurnalis, pekerja media, dan pembuat konten media sosial yang terlibat dalam kegiatan jurnalistik di seluruh dunia gugur, naik 20 persen dibanding periode sebelumnya," demikian laporan tersebut.

Disebutkan bahwa kematian jurnalis pada 2025 merupakan yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Sebagian besar kematian itu terjadi dalam konteks konflik bersenjata, termasuk yang melibatkan serangan drone.

Menurut UNESCO, jumlah kematian tertinggi terjadi di negara-negara Arab serta di berbagai negara di Amerika Latin dan Karibia, dengan masing-masing 97 dan 37 kematian.