NADIKABAR.COM — Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berhasil meraih penghargaan internasional pada desain hunian pascabencana adaptif di kompetisi tingkat dunia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Profesor Mohamad Amir Arham di Kota Gorontalo, Selasa mengaku bangga atas keberhasilan Muhammad Ikhsan dari Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung dan Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Teknik.

"Gagasan hunian pascabencana yang adaptif dan berkelanjutan, membuat keduanya berhasil membawa karya mereka ke panggung desain internasional," kata Amir.

Keduanya berhasil meraih penghargaan melalui karya bertajuk KALA-REKA pada Taiwan International Student Design Competition (TISDC) 2026, kategori Architecture & Landscape Design.

TISDC merupakan kompetisi desain mahasiswa berskala internasional yang didukung oleh World Design Organization (WDO).

Tahun ini, kompetisi tersebut mengangkat tema Resilience dan mencakup berbagai bidang desain, mulai dari desain produk, visual, animasi digital, arsitektur dan lanskap, sampai desain fesyen.

Capaian internasional ini juga merupakan hasil dari proses pengembangan karya yang berkelanjutan.

Amir mengatakan keberhasilan keduanya menunjukkan bahwa mahasiswa Arsitektur FT UNG, mampu mengangkat isu kebencanaan dan keberlanjutan ke dalam gagasan desain yang relevan dengan tantangan global.

"Keberhasilan KALA-REKA menembus jajaran pemenang merupakan sebuah kebanggaan, ini menunjukkan karya mahasiswa UNG dapat bersaing dengan karya inovatif lainnya di level internasional,” katanya.

Dekan Fakultas Teknik UNG Profesor Sardi Salim mengatakan prestasi ini menunjukkan pentingnya keterpaduan proses akademik, pembimbingan dan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi.

Prestasi keduanya diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNG lainnya, khususnya di lingkungan Fakultas Teknik, untuk terus mengembangkan gagasan inovatif dan berani membawa karya ke tingkat nasional maupun internasional.