Melalui kegiatan ini, perempuan di kawasan transmigrasi Weri Saharey didorong agar tidak hanya berperan sebagai konsumen atau tenaga pendukung rumah tangga, tetapi mulai menjadi pelaku dalam proses hilirisasi komoditas lokal. Pembuatan sabun dan balsem berbasis pala Tomandin merupakan tahap pertama dari rangkaian program pemberdayaan perempuan berbasis komoditas pala.
"Pelatihan ini adalah tahap awal. Selanjutnya masih akan dilakukan pelatihan pengolahan lanjutan, yaitu pembuatan aromaterapi dan parfum berbahan dasar pala, serta pelatihan kewirausahaan," jelas Irma.
Menurutnya, keterampilan produksi perlu diikuti dengan pemahaman kewirausahaan agar kelompok ibu rumah tangga tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana membangun dan mengembangkan usaha.