"Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat membangun karakter wirausaha pada kelompok sasaran sehingga keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha rumah tangga dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan rumah tangga," bebernya.

Selain pelatihan teknis, Tim Ekspedisi Patriot Unhas juga mulai membangun jejaring dengan pemangku kepentingan lokal dari unsur pemerintah yaitu kepala Distrik Fakfak Timur, pimpinan Desa Weri dan Saharey. Langkah ini penting untuk memastikan program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.

"Kegiatan bersama ini adalah wujud kolaborasi antar stakeholder. Harapan kami produk berbasis minyak atsiri pala yang diproduksi masyarakat hasil pendampingan kami nantinya dapat digunakan sebagai souvenir Fakfak dan Papua, karenanya membutuhkan dukungan dari kepala daerah dan seluruh jajaran, serta unsur dunia usaha," pungkas Irma.