Para penerima penghargaan akan dikelompokkan dalam tingkatan Platinum, Gold, dan Silver, berdasarkan akumulasi penilaian risalah dan presentasi.
Malam penganugerahan yang menjadi puncak seluruh rangkaian InTechSEA 2026 bakal mempertemukan para menteri, pengusaha, dan inovator dalam satu panggung. Sejumlah tokoh seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia hingga Arsjad Rasjid dijadwalkan hadir pada malam penganugerahan tersebut.
Kehadiran Bahlil dinilai memiliki relevansi kuat dengan sejumlah isu utama yang dinilai dalam InTechSEA. Terutama yang bersentuhan langsung dengan transformasi sektor energi, seperti efisiensi energi, transisi menuju energi terbarukan, pengurangan emisi, pengelolaan sumber daya, serta hilirisasi.
"Kepastian kehadiran Bahlil semakin memperkuat posisi InTechSEA sebagai forum yang mempertemukan inovasi dengan pengambil kebijakan dan dunia industri," jelas Asmi.
Sementara itu, Kehadiran Arsjad Rasjid juga memberikan warna tersendiri. Arsjad saat ini dikenal sebagai salah satu tokoh penting dunia usaha Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia serta Ketua Umum B57+ Asia Pacific Chapter.
Penyelenggaraan InTechSEA 2026 InTechSEA 2026 bahkan menghadirkan penghargaan khusus The Arsjad Rasjid Award for Sustainability Innovation.
Pertemuan para menteri, pemimpin korporasi, akademisi, dan inovator dalam ajang InTechSEA mencerminkan satu gagasan besar bahwa inovasi membutuhkan ekosistem. Perguruan tinggi berperan melahirkan pengetahuan dan teknologi, pemerintah memiliki instrumen kebijakan, sementara dunia usaha memiliki kemampuan untuk membawa inovasi menuju skala dan implementasi yang lebih luas.
"Di titik itulah Unhas ingin mengambil posisi: menjadi jembatan yang membawa inovasi dari kampus menuju industri, dari laboratorium menuju masyarakat, dan dari sebuah gagasan menuju dampak," pungkasnya.