NADIKABAR.COM — Badan eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa, mengusulkan aturan baru yang mewajibkan operator pusat data mengungkapkan penggunaan energi dan air melalui sistem penilaian yang seragam di seluruh negara anggotanya.

Dilansir dari laporan Engadget pada Senin (21/9) waktu setempat, aturan tersebut akan berlaku bagi pusat data dengan kapasitas di atas 500 kilowatt (kW).

Komisi Eropa menyebut kebijakan itu diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari pertumbuhan industri pusat data di kawasan tersebut.

Uni Eropa menargetkan kapasitas pusat data di kawasan itu dapat meningkat tiga kali lipat dalam tujuh tahun ke depan sebagai upaya memperkuat kedaulatan digital, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan teknologi Amerika Serikat.

Namun, peningkatan kapasitas pusat data juga diperkirakan memberikan tekanan lebih besar terhadap jaringan listrik dan sumber daya air, serta berpotensi meningkatkan emisi karbon.

Komisi Eropa mengutip data Badan Energi Internasional (IEA) yang menunjukkan pusat data di Uni Eropa mengonsumsi sekitar 68 terawatt-jam (TWh) listrik pada 2024.

Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 114 TWh pada 2030 yang didorong oleh kebutuhan komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Konsumsi tersebut diperkirakan setara dengan tiga persen total penggunaan listrik Uni Eropa.

Komisi Eropa mengatakan pusat data perlu menerapkan efisiensi energi dan penggunaan air serta terintegrasi secara berkelanjutan untuk meminimalisasi dampaknya terhadap sumber daya alam.

Dalam skema yang diusulkan, operator pusat data belum diwajibkan mengungkapkan total konsumsi listrik maupun membatasi penggunaan listrik dan air.

Namun, mereka harus memberikan informasi mengenai dampak penggunaan air untuk pusat data dengan tingkat kelangkaan air di wilayah operasionalnya.

Operator juga akan diminta mengungkapkan apakah pusat data mereka memberikan kontribusi kembali kepada ekosistem energi lokal, misalnya dengan memanfaatkan kembali panas buangan dari fasilitas tersebut.

Uni Eropa juga berencana menetapkan standar kinerja minimum bagi pusat data di seluruh kawasan. Sistemnya mirip seperti label efisiensi energi pada perangkat elektronik dan kendaraan.

Komisi Eropa kini membuka masa konsultasi selama dua bulan bagi Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa untuk meninjau aturan tersebut dan mengajukan keberatan jika diperlukan. Jika proses berjalan sesuai rencana, pusat data di Uni Eropa diperkirakan mulai mempublikasikan label energi keberlanjutan pada tahun depan.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha