NADIKABAR.COM β Uni Eropa (EU) dan Indonesia memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi melalui Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (European Higher Education Fair/EHEF) 2026 edisi ke-18 digelar di Jakarta pada 7-8 November.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Beny Bandanadjaja menyampaikan bahwa kerja sama akademik semacam ini memfasilitasi akses informasi serta jaringan global bagi generasi muda.
"Kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Eropa memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, memperluas wawasan, sekaligus membangun jejaring," kata Beny dalam sambutannya pada acara pembukaan EHEF di Jakarta, Sabtu.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia HervΓ© Delphin menyampaikan Uni Eropa memberikan perhatian besar pada kemitraan dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi.
"Sejalan dengan strategi Global Gateway Uni Eropa, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia, keterampilan, penelitian, dan inovasi guna membangun kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan berkelanjutan," katanya.
Setiap tahun, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya menyediakan lebih dari 1.000 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Pada 2025, lebih dari 10.000 pelajar Indonesia menempuh studi dan melakukan penelitian di berbagai negara Uni Eropa.
"EHEF menjadi wadah penting bagi calon mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan universitas-universitas Eropa dan menjajaki berbagai peluang akademik serta beasiswa yang tersedia di Eropa," katanya.
Ia menilai pendidikan berperan penting dalam memberikan akses setara terhadap keterampilan dan pengetahuan guna mendorong peluang kerja, inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Ini telah menjadi pertukaran dua arah antara Indonesia dan Eropa," katanya.
Dubes berharap kemitraan tersebut terus berkembang melalui keterlibatan aktif universitas dan komunitas akademik Indonesia dan Eropa.
"Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan tinggi, meningkatkan pemahaman tentang Indonesia dan Eropa, dan mendorong kolaborasi di berbagai sektor dalam menjawab tantangan global," katanya.
Sebelumnya EHEF 2026 juga digelar di Yogyakarta pada 4 November dan menarik lebih dari 5.000 pengunjung. EHEF di Jakarta menghadirkan 92 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara anggota Uni Eropa, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan program Beasiswa Garuda yang keduanya didanai oleh pemerintah Indonesia.
Sejak 2021, program Erasmus+ yang didanai Uni Eropa terus memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui program pertukaran akademik dan kerja sama antarlembaga.
Program tersebut telah memfasilitasi 1.089 mahasiswa dan staf universitas Indonesia ke Eropa serta 1.182 akademisi Uni Eropa ke Indonesia.
Disebutkan bahawa Erasmus+ menargetkan untuk menarik sedikitnya 350.000 mahasiswa dari luar Uni Eropa hingga 2030, sesuai dengan target dalam dokumen Communication on Union of Skills.