NADIKABAR.COM — Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka berada dalam status siaga tinggi dan tengah meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah prioritas di Sudan Selatan, sembari memantau potensi ancaman Ebola dari negara-negara tetangga.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Juba, ibu kota Sudan Selatan, UNICEF menyatakan telah mengirimkan lebih dari 50 metrik ton alat pelindung diri (APD) serta perlengkapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Organisasi ini memperkuat kesiapsiagaan dengan meningkatkan standar PPI di berbagai fasilitas kesehatan maupun di tengah masyarakat.

Noala Skinner, perwakilan UNICEF untuk Sudan Selatan, menekankan perlunya investasi segera untuk memperkuat pengawasan, kesiapan fasilitas kesehatan, rantai pasokan, kesiapsiagaan lintas perbatasan, serta kapasitas tanggap darurat dalam menghadapi potensi wabah.

"Bukti dari wabah Ebola sebelumnya menunjukkan bahwa persiapan merupakan kunci untuk menjaga agar wabah tetap terkendali," ujar Skinner.

Skinner menyoroti bahwa krisis yang masih berlangsung di seluruh Sudan Selatan, termasuk pengungsian, banjir, kondisi menyerupai kekeringan, kerawanan pangan, serta wabah penyakit yang berulang, telah membebani layanan-layanan esensial dan meningkatkan risiko terjadinya kedaruratan kesehatan masyarakat.

Sudan Selatan baru-baru ini mengidentifikasi baik keunggulan maupun kesenjangan dalam sistem responsnya melalui pelaksanaan latihan simulasi nasional untuk menguji kapasitasnya dalam mendeteksi dan menangani potensi wabah. Jika wabah mencapai Sudan Selatan, kata Skinner, tenaga kesehatan yang terlatih, persediaan pencegahan infeksi yang memadai, dan masyarakat yang teredukasi dengan baik akan sangat penting untuk membendung penyebaran virus dan mencegah peningkatan kasus secara eksponensial.