NADIKABAR.COM — Selama ini, ketersediaan air kerap dianggap sebagai faktor utama yang menentukan wilayah tempat manusia purba bisa bertahan hidup. Namun, penelitian terbaru di Semenanjung Arab mengungkap bahwa ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni ketersediaan batu yang dapat digunakan untuk membuat peralatan.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 28 Oktober 2026. Studi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sumber air saja tidak cukup untuk menjelaskan lokasi permukiman manusia purba di wilayah gurun.

Penelitian berfokus pada Rub' al Khali, gurun pasir luas di Semenanjung Arab yang dikenal sebagai salah satu hamparan pasir terbesar di dunia. Wilayah ini pernah mengalami periode iklim lebih basah ketika hujan monsun membentuk danau, lahan basah, serta padang rumput.

Kondisi tersebut semestinya menyediakan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia purba. Namun, bukti arkeologis justru lebih banyak ditemukan di tepian gurun, bukan di bagian tengahnya.

Untuk mengungkap penyebabnya, tim peneliti yang dipimpin Jeffrey I. Rose dari University of Algarve, Portugal, melakukan survei lapangan sepanjang sekitar 1.500 kilometer di bagian tengah Rub' al Khali.

Mereka memeriksa 125 lokasi di antara bukit-bukit pasir. Peneliti mencari endapan danau purba, mengidentifikasi jenis batuan, serta menelusuri kemungkinan adanya perkakas batu atau jejak aktivitas manusia.