"Orang sini itu benar-benar enggak bisa jawab ya, kita cuman bisanya wallahualam, memang dari yang Maha Kuasa gitu loh kita dari sininya," ungkap Agung.

Karena air yang mengalir bertepatan saat musim kemarau, warga memanfaatkannya untuk berbagai hal, mulai dari mencuci baju hingga membawa air ke rumah untuk persediaan.

"Ya mandi, ya kadang nyuci baju kayak gitu. Jadi kayak warga sini kan nggak semua sudah punya mesin cuci. Mereka masih senang nyuci di kali. Ada juga beberapa yang bawa pulang airnya buat di rumah karena sumur kering," tutur Agung.

Agung juga menceritakan terkadang ada rombongan dari luar daerah yang datang untuk mengambil air, melakukan ritual, lalu pulang, terutama saat menjelang bulan Suro atau Muharam. Ia mengaku tidak tahu secara pasti dari mana orang-orang itu.

"Kalau malam satu Suro dua tahun ini ada yang ke sini berapa rombongan entah mereka enggak tahu sih tujuannya mereka apa. Biasanya bapak-bapak ngambil air satu botol terus pulang," ungkap Agung.

"Ada yang pembersihan diri atau gimana, kalau malam satu Suro kan kalau orang adat Jawa kan banyak, ada yang ngumbah pusaka atau gimana ya, adat Jawa," tambahnya.