​Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan pendekatan interdisipliner yang menghubungkan ilmu sosial, politik, ekonomi, hukum, komunikasi, lingkungan, hingga teknologi dalam merumuskan kebijakan yang responsif.

​"Blue-green development mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak boleh memisahkan daratan dan lautan, pertumbuhan dan keberlanjutan, inovasi dan keadilan sosial. Kita dituntut merancang kebijakan, praktik bisnis, dan tata kelola yang mampu menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama komunitas pesisir," kata dia.

​Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebojša Koharović yang turut hadir memberikan apresiasi atas konsistensi Unila dalam membangun kolaborasi akademik internasional.

​Koharović mengenang kembali awal kemitraan antara Kroasia dan Unila yang dimulai tujuh tahun lalu saat Lampung menjadi provinsi pertama yang ia kunjungi di awal masa tugasnya.