"Studi terhadap negara-negara dan kawasan memiliki signifikansi yang sangat penting. Kami berharap semakin banyak akademisi muda dan perwakilan dari berbagai negara dapat berkumpul dan bertukar pandangan di sini," ujar Wakil Direktur Institut Studi Negara dan Kawasan Universitas Peking Prof. Zhai Kun. Dalam sesi forum terbuka tersebut, Lili Yan Ing dari International Economic Association memberi presentasi mengenai potensi kerja sama Indonesia-China di bawah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan dan robotika.
Firman Witoelar dari Universitas Nasional Australia (Australian National University) menjelaskan kebijakan makroekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai guncangan.
Adapun Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing Yulian Wihantoro memperkenalkan hasil kerja sama keuangan, di antaranya Local Currency Transaction atau LCT dan pembayaran berbasis kode QR. Forum itu juga diisi dengan pameran budaya Indonesia, pemutaran film Indonesia, pertunjukan seni, serta dialog pemuda dan pelaku usaha.