Menurut dia, peserta program berasal dari jenjang SMA dan perguruan tinggi. Dari lebih dari 80 peserta yang mengikuti seleksi tingkat SMA, ditetapkan 20 peserta. Sementara dari jenjang perguruan tinggi dipilih 20 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Khusus mahasiswa, program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memenuhi persyaratan.
Peserta terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris untuk memetakan kemampuan awal sebelum menjalani pembelajaran selama empat semester secara hybrid.
Pembelajaran tatap muka menjadi kegiatan utama, sedangkan sejumlah kegiatan dilakukan secara daring bersama peserta English Access dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti kegiatan community service di sejumlah lokasi, termasuk panti asuhan dan sekolah, serta mengikuti English Camp sebagai salah satu tahapan pengembangan kemampuan peserta.