NADIKABAR.COM — Universitas Pattimura (Unpatti) memaksimalkan program beasiswa mikro Bahasa Inggris melalui English Access Scholarship Program Site Ambon untuk memperluas akses pendidikan berkualitas dan menyiapkan sumber daya manusia yang bersaing menuju PTN bertaraf dunia.
Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Senin mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus membangun keterampilan, wawasan, dan kepercayaan diri.
"Program ini menunjukkan bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu berkembang dan berprestasi secara maksimal," kata Rektor Leiwakabessy pada kelulusan penerima beasiswa mikro Bahasa Inggris yang merupakan kerja sama antara Unpatti dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF).
Menurut dia, penguatan kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Maluku menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka.
Ia mengakui perkembangan teknologi digital saat ini menyediakan banyak pilihan bagi generasi muda untuk mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri. Namun, pembelajaran yang disertai pertemuan intensif, latihan, dan pendampingan dalam lingkungan profesional tetap diperlukan untuk membangun kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
Dirinya mengatakan Unpatti terbuka untuk memperkuat kerja sama dalam program tersebut karena perluasan akses pendidikan berkualitas di Maluku membutuhkan dukungan berbagai pihak.
"Universitas Pattimura selalu siap untuk meningkatkan kerja sama ini. Kemitraan dan kolaborasi menjadi penting karena kita membutuhkan sinergi dan partner yang sungguh-sungguh mau bekerja bersama untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi muda," ujarnya.
Ia menilai perluasan akses pendidikan penting dilakukan karena masih terdapat generasi muda yang memiliki kemauan berkembang, tetapi terkendala kesempatan, termasuk pembiayaan pendidikan.
Karena itu, Ia mendorong orang tua dan kepala sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas dan pendidikan yang tersedia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra pendidikan untuk membuka lebih banyak ruang pengembangan kapasitas bagi generasi muda Maluku.
Program English Access Scholarship Site Ambon merupakan kerja sama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Unpatti yang berlangsung selama 24 bulan atau empat semester.
Koordinator English Access Scholarship Program Site Ambon Stella Rose Que menjelaskan program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta dari keluarga kurang mampu untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris tanpa biaya kursus.
Menurut dia, peserta program berasal dari jenjang SMA dan perguruan tinggi. Dari lebih dari 80 peserta yang mengikuti seleksi tingkat SMA, ditetapkan 20 peserta. Sementara dari jenjang perguruan tinggi dipilih 20 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Khusus mahasiswa, program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memenuhi persyaratan.
Peserta terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris untuk memetakan kemampuan awal sebelum menjalani pembelajaran selama empat semester secara hybrid.
Pembelajaran tatap muka menjadi kegiatan utama, sedangkan sejumlah kegiatan dilakukan secara daring bersama peserta English Access dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti kegiatan community service di sejumlah lokasi, termasuk panti asuhan dan sekolah, serta mengikuti English Camp sebagai salah satu tahapan pengembangan kemampuan peserta.