NADIKABAR.COM — Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa (27/10) menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang sedang terjadi di Hebron.
"Selama hampir sepekan, penduduk Hebron yang merupakan kota terbesar di wilayah Tepi Barat yang diduduki, hidup di bawah kondisi keamanan yang 'melumpuhkan' yang diberlakukan pasukan pendudukan Israel sejak 23 Oktober," kata Roland Friedrich, Direktur UNRWA untuk Tepi Barat, di platform X.
"Lebih dari 3.000 warga Palestina dilaporkan terpaksa mengungsi dari rumah mereka sebagai bagian dari operasi besar-besaran pasukan keamanan Israel yang juga menghancurkan rumah-rumah dan properti pribadi secara luas," katanya.