NADIKABAR.COM — Upaya dalam melestarikan sisa-sisa masjid bersejarah Abu Salim yang hancur akibat serangan udara Israel sedang dilakukan. Lebih dari separuh bagian masjid yang terletak di Deir al-Balah, Gaza tengah itu mengalami kerusakan dengan sebagia dinding bersejarahnya runtuh.
Dilansir dari situs CTGN, pihak pemerintah kota dan para sukarelawan berupaya menyelamatkan apa pun yang bisa diambil dari reruntuhan, termasuk batu-batu masjid yang rusak dan memiliki nilai bersejarah bagi warga Palestina.
Anggota Dewan Kota Deir al-Balah, Salem Abu Hasnin menyatakan mereka juga mencari buku-buku warisan budaya. Jika memungkinkan untuk rekonstruksi di masa mendatang, pemerintah siap untuk memulihkan masjid bersejarah tersebut.
"Kami mencari buku-buku warisan budaya dan batu-batu bersejarah. Ketika situasi memungkinkan untuk rekonstruksi di masa mendatang, pemerintah kota akan bekerja sama dengan organisasi pelestari warisan budaya untuk memulihkan masjid ini," ujarnya.
Perpustakaan masjid juga mengalami kerusakan. Di tengah puing-puing, tim berupaya menyelamatkan buku-buku yang masih utuh untuk dilestarikan menggunakan bahan yang tersedia.
"Pedokumentasian, pengarsipan dan pengumpulan buku-buku bersejarah memerlukan kota penyimpanan khusus untuk pelestarian. Karena kotak tersebut tidak tersedia, kami bekerja dengan sumber daya yang sangat terbatas, menyimpan buku-buku itu di dalam kotak kardus atau kayu yang sebenarnya tidak dirancang untuk tujuan tersebut," kata Pemandu Warisan Budaya, Muhammad Abu Lahya.
Kementerian Wakaf Agama Palestina menyatakan hampir seluruh dari 1.275 masjid di Gaza telah menjadi sasaran sejak perang dimulai, termasuk lebih dari 1.000 masjid yang hancur total. Meski kehancuran terjadi secara ulas, warga Palestina tetap bertekad melestarikan warisan budaya mereka, dengan harapan apa yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan kelak bisa dibangun kembali menjadi bangunan yang sebelumnya hilang.