"Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri ataukah virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah," ungkap Rudhy.

Dinkes Tator bersama aparat Kepolisian telah mengambil sampel MBG yang sempat disajikan kepada korban. Sampel itu dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar untuk diperiksa.

"Artinya bahwa kita tetap praduga tidak bersalah, dinas kesehatan sudah melakukan pengambilan sampel muntah dan sisa makanan yang dikirimkan ke BPOM Makassar," jelasnya.