"Semakin cerdas teknologi yang kita gunakan, semakin tinggi kualitas manusia dan kepemimpinan yang harus kita bangun," tegas Taruna.

BPOM juga mendukung integrasi AI dalam kurikulum kepemimpinan nasional lintas disiplin. Terutama dalam penguatan literasi dan etika teknologi.

AI menurut Taruna juga perlu diterapkan dalam pengembangan simulated decision lab. Hal ini bisa jadi sarana bagi bagi calon pemimpin untuk menguji formulasi kebijakan dalam berbagai skenario dan risiko nyata.

"Kolaborasi tim redaksi akademisi, dunia usaha, dan pemerintah atau Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk membangun ekosistem human-centered AI leadership. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan teknologi diharapkan tetap menempatkan manusia dan kualitas kepemimpinan sebagai aspek utama," jelas Taruna lagi.