NADIKABAR.COM — US-ASEAN Business Council (USABC) menyebut investasi sektor digital di Indonesia masih sangat menjanjikan dan potensial seiring perkembangan dan kebutuhan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI) hingga ekonomi digital.

“Salah satu sektor yang cukup menjanjikan saat ini tentu saja adalah sektor digital. Kami telah banyak berdiskusi mengenai infrastruktur digital, seperti pusat data (data center). Hal ini akan menciptakan kapasitas komputasi yang besar, mendukung teknologi AI, dan sebagainya,” ujar Perwakilan USABC Indonesia Bhredipta Socarana dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Dalam laporan USABC bertajuk “White Paper: 8 Rekomendasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen”, kontribusi AI di Indonesia diperkirakan mencapai 366 miliar dolar AS pada 2030.

Namun, USABC menemukan sejumlah tantangan terkait pengembangan investasi sektor digital di Indonesia, mulai dari regulasi, kapasitas, kelembagaan, hingga tujuan kebijakan.

Bhredipta mengatakan penting bagi Indonesia untuk memberikan kepastian regulasi dan jaminan yang jelas agar dunia usaha memiliki kemudahan dalam menjalankan bisnisnya (ease of doing business).

Adapun beberapa rekomendasi langkah tindak lanjut dari USABC antara lain membangun kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui rekrutmen khusus dan pelatihan berkelanjutan; serta meningkatkan pemahaman bagi pegawai pemerintah di bidang kebijakan hingga perizinan.

Lebih lanjut, membedakan pengaturan stored data, data in-transit, dan momentary processing; menguji coba (piloting) persyaratan digital utama dan menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk AI; hingga menetapkan standar interoperabilitas agar sistem internasional dan domestik dapat bekerja sama dalam pembayaran, cloud, dan transfer data.

“Hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah dan industri dapat bekerja sama melalui kemitraan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut,” kata Bhredipta.

“Menjadikan aspek ini sebagai bagian dari pertimbangan bisnis akan membantu mereka untuk melakukan investasi yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” katanya menambahkan.Jika pembangunan kapabilitas ini bisa dijalankan, Bhredipta berharap layanan perbankan, digital, dan publik yang lebih aman bisa digunakan oleh masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Selain itu, perusahaan teknologi dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) diharapkan dapat tumbuh di pasar lebih besar. Bank, produsen, dan logistik dapat mengadopsi AI, cloud, dan keamanan siber dengan yakin, serta pekerja dapat meningkatkan keterampilan.

Sementara itu, bagi pemerintah, sektor digital yang lebih aktif diharapkan dapat menambah penerimaan pajak dan lapangan kerja terampil, serta belanja publik untuk sistem digital bisa lebih berdaya guna.