NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) menyerahkan 15 unit dapur perebusan garam kepada masyarakat pesisir Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memulihkan kegiatan produksi sekaligus mengembalikan mata pencaharian masyarakat pesisir terdampak.
Sebanyak 15 unit tersebut merupakan tahap awal dari target pembangunan 55 unit dapur perebusan garam di Kabupaten Bireuen. Secara keseluruhan, KKP menargetkan pembangunan 506 unit dapur perebusan garam yang tersebar di lima kabupaten di Aceh, yakni Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Dapur dibangun secara permanen dan dilengkapi fasilitas pemasakan untuk mendukung keberlanjutan usaha garam rakyat serta memperkuat ketahanan sarana produksi terhadap potensi bencana.
Intervensi ini tidak hanya menyediakan rumah perebusan yang lebih layak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas usaha garam masyarakat.
"Setelah 27 tahun KKP mengabdi untuk rakyat, kita berharap kesejahteraan nelayan dan masyarakat kelautan dan perikanan semakin meningkat," ujar Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026).
Hal ini sejalan dengan kebijakan Trenggono dalam memperkuat ekonomi biru melalui pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.