NADIKABAR.COM — Militer pemerintah Yaman menyatakan telah menewaskan ratusan petempur Houthi dalam operasi terarah selama 24 jam terakhir. Yaman terus melakukan serangan balik.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (11/10/2026) juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili mengatakan setidaknya 1.150 anggota Houthi tewas dalam hampir 2.000. Operasi ini bagian dari operasi "Fajar Yaman".

Ia mengatakan angkatan darat telah menghancurkan gudang amunisi Houthi serta sedikitnya 180 kendaraan tempur, angkut, dan logistik yang dioperasikan oleh Houthi, seraya menambahkan bahwa pasukan darat "terus melanjutkan serangan mereka".

Al Jazeera belum dapat memverifikasi informasi tersebut secara independen.

Sebelumnya, sebuah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada hari Sabtu (10/10) menewaskan dan melukai sejumlah orang serta menyebabkan pembatalan penerbangan.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan bergabung dalam serangan terhadap Houthi setelah peristiwa tersebut, Presiden Donald Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa ia "akan segera mengambil keputusan".