"Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan, dan juga tidak ada (proses yang) berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik. Semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama, akhlak ulama itu," kata Kiai Ma'ruf dikutip dari laman NU Online, Kamis (27/8/2026).

Mantan Rais Aam PBNU periode 2015-2018 itu juga mengingatkan agar proses pemilihan dalam muktamar, mulai dari penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) hingga pembentukan kepengurusan baru, tidak dicederai praktik politik uang.

Menurutnya, politik uang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung NU sebagai organisasi keagamaan.