NADIKABAR.COM — Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin berharap Muktamar ke-35 NU yang digelar di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berlangsung lancar dan kondusif. Ia juga berharap forum tersebut menghasilkan pemimpin terbaik yang sesuai dengan harapan warga Nahdliyin.

Pesan itu disampaikan Kiai Ma'ruf setelah berziarah ke makam pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, di Jalan Tambakrejo, Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026) malam.

Kiai Ma'ruf datang bersama istrinya, Hj Wury Estu Handayani. Sebelum berziarah, ia menghadiri pertemuan dengan sejumlah kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

"Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan, dan juga tidak ada (proses yang) berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik. Semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama, akhlak ulama itu," kata Kiai Ma'ruf dikutip dari laman NU Online, Kamis (27/8/2026).

Mantan Rais Aam PBNU periode 2015-2018 itu juga mengingatkan agar proses pemilihan dalam muktamar, mulai dari penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) hingga pembentukan kepengurusan baru, tidak dicederai praktik politik uang.

Menurutnya, politik uang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung NU sebagai organisasi keagamaan.

"Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada, karena tidak layak kalau NU seperti itu," terangnya.

Kiai Ma'ruf selanjutnya berpesan kepada panitia agar memastikan seluruh tahapan muktamar berjalan tertib hingga selesai. Ia berharap proses tersebut berlangsung secara demokratis, jujur, serta tetap berpegang pada akhlak yang diwariskan para ulama pendiri NU.

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk menentukan arah kepemimpinan dan organisasi NU ke depan.